adsense

Wednesday, 26 October 2016

Buat kamu

Kamu

Tiada lagi yang perduli
Tiada lagi yang mau bicara
Tiada lagi yang tersisa
Cuma ranting kering
Cuma seonggok Akar tua
Kemana lagi gagahmu
Kemana lagi dahanmu
Naungan ku saat terik
Naungan ku saat hujan
Hijaumu sejuk kan hati
Nafasmu semua untuk kami
Adakah rasa terima kasih itu
Ah sudah berlalu
Tanpa pengganti
Tanpa dirimu kami pasti menderita
Siapa yang akan memberi nafas
Siapa yang akan menyejukan
Cuma kamu yang bisa
Saat ini keadaanmu mulai hilang
Ditelan keserakahan
Kami telah lupa
Kami telah lalai
Masih adakah yang perduli
Entah
Entah
Kau simpan air tanpa kami minta
Kau kuatkan bumi tanpa kami minta
Namun sayang
Mana belas kasih itu
Semua demi satu kata uang

Ah sudahlah
Untuk apa berkeluh
Ku berjanji
Kutunaikan sendiri
Walau tak ada arti

Rindu

Rindu

Di penghujung Purnama
Kunang-kunang menabur cahaya.
Mengganti rindu sepi itu dengan debur sunyi
Agar malam tak dipeluk kelam
Biar duka tak bertemu nestapa
dan Kamu bersua Aku.

Satu satu tabir tersingkap
Bintang yang gemerlap pun berbisik
Lirih sahdu bersama malam

Berharap rintik air menetes di bibir
Puaskan rasa
Puaskan hasrat